Blogfiksi adalah kumpulan cerpen, cerbung, cerita rakyat nusantara, dongeng, sejarah, budaya, ilmu pengetahuan, tradisi adat Indonesia, wisata dan lain-lain Aksara Lontara Suku Bugis - Tulisan Dan Huruf Bugis. Kebudayaan diciptakan karena adanya kebutuhan (needs) manusia untuk mengatasi berbagai problem yang ada dalam kehidupan mereka
DalamEpos Galigo tercatat satu riwayat Sawerigading, yang pernah menginjakan kakinya di tanah Kaili, peristiwa ini terjadi sekitar abad 8-9 M. Cerita tentang Sawerigading sangat populer di masyarakat Bugis dan juga masyarakat Kaili.
KamasutraVersi Bugis . Assikalabineng Kitab Persetubuhan Bugis . Ucapkan Mantra, Hatimu Lenyap di Hatiku . Jika Lima Menit Terasa Kurang. Di Mana Pusat Rangsangan Tertinggi. Hadiah Pernikahan Terindah. Mengukur Kejantanan dari Hembusan Nafas.
Bonedan negeri - negeri sekitarnya mengalami kekacauan yang luar biasa. Dalam Lontara' Akkarungeng ri Bone, diketahui bahwa setelah berakhir keturunan Puatta Menre'E ri Galigo, keadaan negeri - negeri diwarnai dengan kekacauan karena tidak adanya Arung (raja) yang mengatur tatanan kehidupan bermasyarakat. Menurut cerita rakyat Bugis
Ceritarakyat bugis dalam huruf lontara. Engka seuwa wettu dek na naipakaraja sangiaseri (ratu padi) ri pabbanuae ri tana luwu. Tarisir beberapa tradisi lisan berupa cerita rakyat, yang dilakukan oleh. 398.212 11 jem c (1). Ketika rakyat la sattumpugi menamakan dirinya, . Tarisir beberapa tradisi lisan berupa cerita rakyat, yang dilakukan oleh
Suatu kali dia pergi lagi memancing. Tp kali ini dia sedang tidak beruntung. Setelah lama memancing , hanya satu ikan yang diperolehnya. Karena dia sudah sangat kelaparan , ikan itupun langsung dimasaknya untuk dimakan. Pikirnya : nanti setelah makan dia akan mencari ikan lg khusus untuk anak dan istrinya.
. Bone - - La Mellong atau yang di gelar Kajao Laliddong adalah penasehat Raja Bone ke 6 dan ke 7 yang terkenal kecerdasan dan kebijaksanaannya . Sebagian kisah tentang kecerdikannya menjadi cerita rakyat di Bone secara turun temurun. saya sebagai orang Bone melewati masa kecil dengan cerita rakyat ini mencoba melakukan reproduksi ulang semampu ingatan saya. Alkisah, Karena terkenal akan kepandaian menjawab teka-teki, La Mellong dipanggil menghadap oleh sang raja Bone, untuk diberikan suatu pekerjaan yang amat mustahil untuk dilakukan. Sesampainya di kerajaan dan bertemu sang raja, diberikanlah tugas itu kepada La mellong. Raja Bone Oh.... Lamellong, muisseng mua ga aganwollirekki lao ko mai, ? wahai lamellong tahu kah engkau apa gerangan saya memanggilmu menghadap saya di istana? Lamellong Iyee taddapnegang ata'na petta, degaga padissengekku puang aga diollirangga ? Maaf Baginda, tidak ada pengetahuan saya, tentang apa tujuan saya dipanggil Raja Bone engka jamang maelo walakko lamellong ada pakerjaaan yang akan ku berikan kepadamu lamellong Lamellong Agaro jamang maelo ta ssuroang puang ? Pekerjaan apakah yang hendak hamba lakukan tuanku ? Raja Bone melokka di sappareng tau uta 100 tau ri lalenna siweniie ri seddie kampong carikan saya 100 orang buta dalam se malam di satu kampung Lamellong iye puang dengan terperangah lamellong pulang ke rumahnya merenung Dengan tugas yang sedemikian beratnya itu lamellong pun mulai berpikir keras akan tuganya yang di berikan baginda ke padanya...Bukanlah LAMELLONG namanya kalau dia kehabisan akal sampai-sampai seseorang di tanah bugis yang pernah membaca kisah akan ke cerdikannya menjuluki beliau ABU NAWASNYA orang bugis Akhirnya malam pun tiba lamellong bergegas mengambil sebatang bambu tanpa membuka daunnya,ke esokan paginya di araknya sebatang bambu itu di tengah kampung...sontak masyarakat pun ke heranan akan apa yang di lakukan lamellong semua keluar rumah menyaksikan akan apa yang di lakukan lamellong Di tengah aksinya tersebut mengarak se batang se orang warga pun bertanya....o lamellong aga tu mbo murenreng? wahai lamellong apakah gerangan yang kau arak itu sontak lamellong pun mengumpulkan warga yang bertanya itu sampai 100 orang kemudian mereka di bawa menghadap ke raja bone Lamellong Ee puang engkana mangolo di idi tiwirekki taillaue 100 tau uta wahai tuanku hamba menghadap untuk menepati per mintaan tuanku 100 orang buta Raja Bone tegai lamellong taunna? yang manakah orang - orang itu lamellong ? Lamellong seraya memanggil semua orang yang bertanya sebanayk seratus orang menghadap ke raja iya manenna taunna puang inilah semua nya tuanku Raja bone sang raja pun memeriksa orang -orang itu dengan geramnya sang raja pun memarahi lamellong pare- are mettoko iko lamellong .... muasengakka tau uta na makkita maneng sungguh kurang ajar di rimu lamellong kau bilang orang buta ternyata semuanya melihat Lamellong dengan tersenyum pakkoe puang...manessa awo u renreng ri tangassoe na pada makkutana maneng'i agatu murenreng lamellong? jadi waseng'i tau uta na manessa urenreng'e awo begini tuanku...jelas-jelas saya mengarak sebatang bambu di siang bolong mereka masi bertanya "apakah gerangan yang kau arak itulamellong" jadi saya menganggap mereka buta yang mulia Raja bone sambil menggelengkan kepala macca memekko iko lamellong sungguh pintar dan cerdik dirimu lamellong Dikelolah berbagai sumber. Editor ASPIKAL
Lontara Bugis-Makassar merupakan sebuah huruf yang sakral bagi masyarakat bugis klasik. Itu dikarenakan epos la galigo di tulis menggunakan huruf lontara. Huruf lontara tidak hanya digunakan oleh masyarakat bugis tetapi huruf lontara juga digunakan oleh masyarakat makassar dan masyarakat luwu. Yah dahulu kala para penyair-penyair bugis menuangkan fikiran dan hatinya di atas daun lontara dan dihiasi dengan huruf-huruf yang begitu cantik sehingga tersusun kata yang apik diatas daun lontara dan karya-karya itu bernama I La Galigo. Coba saja saya bisa menulis aksara bugis dan membacanya mungkin jadi saya sudah termaksud Sang Penyair bugis itu. Tapi saya memahami Bahasa bugis dengan dibantu font lontara yang baru kemarin saya download. Adapun beberapa bahasa bugis dan terjemahannya yang saya paparkan di bawah. Bila ada kesalahan mohon koreksinya Saya Juga baru belajar bahasa Bugis dalam tulisan Bila sobat ingin belajar lontara makassar ini saya ada gambar dari beranda sebelah Makassar Terkini mengenai Belajar Bahasa Lontara Makassar. Jujur sampai dengan sekarang masyarakat bugis – makassar sendiri banyak yang tidak memahami lontara. Mungkin ini salah salah satu ciri bahwa kebudayaan Bugis-Makassar sudah mulai di kikis oleh kebudayaan-kebudayaan barat yang bagaikan virus ganas menyebar di negara kita. Download Font Lontara Bugis-Makassar Download font lontara ada yang mau ? silahkan di Download Font Gratis
- Aksara Bugis disebut juga aksara Lontara dan dikenal juga sebagai aksara Bugis-Makassar. Aksara Lontara aktif digunakan sebagai tulisan sehari-hari maupun sastra di Sulawesi Selatan sejak abad 14 hingga awal abad 20. Lambat laun, fungsinya tergantikan oleh huruf budaya Bugis, karya sastra terkenal yang ditulis dalam aksara Lontara adalah La Galigo. Sebuah epos mengenai mitologi Bugis yang ditulis di atas daun lontar pada abad ke 15. Karya sastra ini terpanjang di dunia. La Galigo merupakan cerita perjodohan anak-anak La Sattumpungi dan Batara Lattu yang masih bersaudara. Hasil perjodohan tersebut membuahkan keturunan yang salah satunya bernama La Galigo. Aksara Lontara atau dikenal juga sebagai Lontaraq merupakan bagian tak terpisahkan dari kebudayaan Bugis. Baca juga Belajar Aksara Sunda Lambang Bunyi dan Fungsi Aksara Lontara Ditemukan Daeng Pamette Lontara berasal dari kata 'lontar' yang merupakan spesies flora endemik di Sulawesi Selatan. Lontara menjadi aksara tradisional masyarakat Bugis dan Makassar. Awalnya, aksara Lontara diciptakan oleh Daeng Pamette, seorang syahbandar sekaligus tumailalang atau menteri urusan dalam dan luar negeri pada Karaeng Tumapakrisi Kallonna, Raja Gowa ke 9 yang memerintahkan pada abad ke 14. Aksara digunakan untuk menulis pesan atau dokumen penting lainnya, jauh sebelum kertas ditemukan. Aksara Lontara mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat orang Bugis. Karena, aksara Lontara mengandung nilai-nilai budaya yang tinggi sebagai pedoman hidup dan kehidupan masyarakat Bugis. Aksara Lontara terdiri dari 23 huruf Lontara Bugis dan 19 huruf Lontara Makassar. Perbedaan, aksara Lontara Bugis dan Makassar, yaitu Lontara Bugis dikenal dengan huruf nga', mpa', nca', dan nra'. Sedangkan, Lontara Makassar huruf tersebut tidak ada. Baca juga Aksara Lampung Cara dan Media PenulisanPenulisan dari Kiri Ke Kanan Aksara Lontara adalah sistem tulisan abugida yang terdiri dari 23 aksara dasar. Dengan, arah penulisan dari kiri ke kanan. Secara tradisional aksara ini ditulis tanpa spasi dengan tanda baca yang minimal. Aksara Lontara tidak memiliki tanda baca virama pemati vokal sehingga aksara Lontara konsonan mati tidak dituliskan. Hal ini menimbulkan keracuan, bagi orang yang tidak terbiasa atau tidak mengerti kata yang dituliskan. Seperti, kata "Mandar" hanya ditulis mdr dan tulisan 'sr'dapat dibaca "sarang", "sara", atau "sara". Dari segi bentuk, aksara Lontara berbeda dengan aksara lain. Pada, aksara Lontara tidak dijumpai garis melengkung atau bengkok. Hanya, ada garis lurus ke atas dan ke bawah. Pada pertemuan garus lurus atas dan bawah itu terdapat patahan. Hal ini mengandung arti, bahwa garis lurus melambangkan suku Bugis yang menyukai kejujuran. Sedangkan patahan, sebagai lambang lebih baik patah daripada harus bengkok. Dari sisi teknis penulisan, penulisan aksara Lontara menggunakan garis tebal tipis dan bukan tipis tebal. Garis lurus ke atas harus tebal dan garis lurus ke bawah harus tipis atau halus. Torehan garis ini menyiratkan tekad besar untuk maju dan berkembang. Sedangkan, garis lurus ke bawah sebagai simbol kehalusan budi pekerti. Baca juga Selangkah Menuju Standar Nasional Aksara Nusantara Penggunaan Aksara Lontara Aksara Lontar aktif digunakan sebagai tulisan sehari-hari maupun sastra di Sulawesi selatan. Aksara ini masih diajarkan di Sulawesi Selatan sebagai mata pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah. Meskipun, dalam praktek keseharian hanya sedikit yang menerapkan. Selain digunakan di sejumlah naskah, aksara Lontara juga disematkan sebagai bagian dari aksara daerah untuk melengkapi papan petunjuk jalan, nama gedung, dan hal lainnya di Sulawesi Selatan. Bahkan, salah satu tembok bangunan Pusat Studi Asia Tenggara dan Karibia di Leiden Belanda tertulis sebaik puisi beraksara Lontar berukuran besar. Sumber dan Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
cerita rakyat bugis dalam huruf lontara