A Effendi Sanusi (1996) membagi sastra lisan Lampung menjadi lima jenis: peribahasa , teka-teki , mantera , puisi, dan cerita rakyat. [ sunting]Sesikun/Sekiman (Peribahasa) Sesikun/Sekiman adalah bahasa yang memiliki arti kiasan atau semua bahasa berkias. Penulisanbahasa lokal berupa aksara Lampung dikatakan merupakan salah satu wujud penghargaan atas kebudayaan Lampung. Situs tersebut termasuk karya seni dalam proyek Parallel Universe yakni @kcymaerxthaere. Niki juga menjelaskan situs tersebut memiliki tema Teka-teki dan Kertas Hidup yang menuai cerita berbeda-beda tiap tempat. Salahsatu jenis permainan teka-teki yang paling umum dijumpai adalah permainan teka-teki silang. Dalam permainan ini, Anda akan menemukan berbagai pertanyaan, salah satunya istilah untuk menu utama. (Media Pembelajaran Bahasa Indonesia) yang disusun oleh M. Agus, ‎Siti Suwadah Rimang, ‎Irwana R. Badji (2021:28). Perbesar. Ilustrasi Kalaudi daerah Bali, teka-teki biasanya disebut dengan cecimpedan. Cecimpedan ini biasa dimainkan oleh anak-anak, nih. Uniknya, cecimpedan termasuk dalam sastra Bali dan masih diajarkan di sekolah-sekolah di Bali hingga sekarang. Nah apabila kamu suka bermain teka-teki, gak ada salahnya nih untuk coba jawab 10 cecimpedan di bawah. Yuk, kita mulai! Tuliskan20 teka teki bahasa lampung dan artinya - 17485351 Mridwanalamin Mridwanalamin 11.09.2018 Bahasa lain Sekolah Menengah Pertama (Perempuan tua menganyam dalam air) Jawab : Kerak Cepuput layen sujud, Ya mejong ngakoh akoh, Kik dunia ghibut ya macoh-macoh (Berjongkok bukan sujud, dia duduk santai, kalau didua dia bersahutan) 31contoh teka-teki bahasa lampung/ teteduhan/ sekiman/ seganing Label: AKSARA , BAHASA , BUDAYA , SASTRA , SD , SMA , SMP , UMUM , UNIVERSITAS 1) Batang burak setetosan. . Connection timed out Error code 522 2023-06-16 171336 UTC What happened? The initial connection between Cloudflare's network and the origin web server timed out. As a result, the web page can not be displayed. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not completing requests. An Error 522 means that the request was able to connect to your web server, but that the request didn't finish. The most likely cause is that something on your server is hogging resources. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d84ae6de90ab903 • Your IP • Performance & security by Cloudflare Sakiman atau teteduhan artinya teka-teki dalam bahasa Lampung. Teka teki itu berupa pertanyaan, isinya atau jawabannya hanya diketahui penanya dan diketahui pihak lain setelah diberitahukan oleh sering digunakan anak-anak mengisi waktu senggang dalam bermain atau bergaul dengan kawan-kawan. Teka teki ini sering dipergunakan bujang gadis melengkapi acara muda mudi. Berikut ini beberapa contoh teka-teki bahasa Lampung dialeg A Anak ni diumbankon, Induk ni dibabai Anaknya dibuang, ibunya digendongJawab Panah Paneh Anak ni diilik ilik, Hulun tuhani dipusau Anaknya dinjak-injak, orangtuanya dielus-elusJawab Tangga tangga Anak ni midogh midogh, Induk ni nunggu Anaknya jalan-jalan, Ibunya nungguJawab Gembok Kuccei Anak ni lijung secepot guntogh, Induk ni dipusau-pusau Jawab Menembak Nimbak Bebai tuha tiak besughak Perempuan tua jatuh bersorakJawab Belarak. Bebai tuha ngayam dilom wai Perempuan tua menganyam dalam airJawab Kerak Cepuput layen sujud, Ya mejong ngakoh akoh, Kik dunia ghibut ya macoh-macoh Berjongkok bukan sujud, dia duduk santai, kalau didua dia bersahutanJawab Katak. Diputil ya ayin kembang, dibabai ya ayin sanak dipetik bukan bunga, Digendong bukan anak Jawab Gitar Ditaghik ya tughun, diulugh ya cakak ditarik dia turun, diulur dia naik Jawab Gelembungan balon Banguk tehalu banguk, Pungu ngayau ngayau, Dipok hiyon bangik temon Mulut bertemu mulut, tangan meraba-raba, ditempat sepi enak benarJawab Niup seruling. Ki haga digunako ya diumban, ki mak ngedok guna ya diakuk Kalau mau digunakan dibuang, tapi kalau tidak digunakan diambilJawab Jangkar Lapahni injing-injing, digok-digok, mak cawa, Wat hulu mak becuping Jalannya jingkrak-jingkrak, geleng-geleng, tidak berkata, ada kepala tidak bertelingaJawab Gasing Ungkah Lamun ingok ya makdiusung, Lamun mak ingok ya diusung Kalau ingat tidak dibawa, kalau tidak ingat dibawa Jawab Rumput malu Jukuk malu Makni menong, Anakni Ngelumpat-lumpat dibetong makni Ibunya diam, anaknya melompat-lompat diperut ibunyaJawab Lesung Lesung Ghatongni jak banguk, luwahni jak banguk munih Datang dari mulut, keluar dari mulut jugaJawab Pena Pina Ngedok henak ayin hiwa, Wat payung ayin ghaja Ada sisik bukan ikan, Ada payung bukan raja Jawab Nanas Nenas Pangkalni basoh, Ujungni ngedok apui Pangkalnya basah, Ujungnya ada apiJawab Rokok Udut Sai dilambun sai dibah, Mata kelap-kelip, Cakak chegoh cakak chegoh Satu diatas satu dibawah, Mata kerlapkerlip naik turun naik turun Jawab Menggergaji Ngegergaji Sok kisok sok kisok, Cigh luah wai handak Sek esek sek esek, Keluar cairan putihJawab Mencuci beras Ngebasuh biyas Mengan sekali, Betong betahun-tahun Makan sekali, Kenyang bertahun-tahun Jawab Bantal Battal Mengan jak ghango, Mising anjak sapping Makan dari mulut, Buang air besar dari sampingJawab Gilingan padi Gilingan paghei Lessung api sai buyuk ambauni Lesung apa yang busuk baunyaJawab Lesung tahi Kumbang tahi Kik ia mengan Ia ngeluwahko tunkkok Jika dia makan Dia mengeluarkan tongkat Jawab Kupu-kupu Aliwawak Culik api sai mak setemonni Towel apa yang tidak sebenarnyaJawab Culik ambau Tidak sungguh-sungguh . Kebok ghangok, Bulu tungga bulu, Tambah munni tambah bangik Tutup pintu Bulu bertemu bulu Tambah lama tambah enakJawab tidur Pedom Bangong tebukak kenahan isi mak ngedok tulan, kughuk lubang ghasani bangik nihan waktu terbuka keliatan isi tidak ada tulang, masuk lubang rasanya enak sekali Jawab Makan pisang Mengan putti Mata api sai wat sai biji Mata apa yang ada satu bijiJawab Matahari Mataghani Mengan ’jak mata mising ghang mata Makan dari mata buang air besar dari mataJawab Pen cair Pen wai Mummis mak di juk gula, ngedok bawak ghua lapis, ia keghas layin baja, dipakai lamon guna Manis tidak diberi gula, ada kulit dua lapis, dia keras bukan baja, dipakai banyak gunaJawab Air kelapa Wai kelapa Bakakni di lambung/unggak, bulungni di dah Akarnya di atas, daunnya di bawahJawab Kelambu gantung Kelambu gattung Teka-teki Bahasa Lampung selain menyenangkan, membuat penasaran, mengasah otak, memberikan wawasan dan membantu mempelajari bahasa Lampung. mengenal contoh pengertian Teka-Teki Bahasa Lampung Teteduhan Jak zaman tumbai/ho sappai ganta/ tano teteduhan ghisok/ghisek digunoko dilom/lem pergaulan sanak-sanak, muli meghanaini/mulei meghanaino malah lebih ghisok/ghisek lagei. Masyarakat di Indonesia umumni/no wat teteduhan hinji/ijo. Cuma sebutanni/no gawoh/gaweh sai bebida-bida/bido-bido, misalni/no di masyarakat Jawa teteduhan dikenal jama/jamo istilah cangkriman, lamun/lamen di masyarakat Jawa Barat teteduhan dikenal jama/jamo istilah babadean. Ghik/jamo di masyarakat Lappung pun gohna/geh ino munih bebida-bida/bido-bido istilahni/no. Di daerah Kedondong ngenal teteduhan jama/jamo istilah saganing. Wat munih sai nyawako/nyawako teteduhan jama/jamo istilah sakiman. Lamun/lamen gham lagei main teteduhan ghasani/ghasano asyik temon/temmen sappai mak ingok/ingek waktu/watteu. Selain ina/ino teteduhan wat manfaat gegoh/geggeh sai di bah/deh hinji/ijo dapok/dapek sebagai sarana hiburan;dapok/dapek ningkatko silaturahmi;dapok/dapek sebagai sarana komunikasi;dapok/dapek ningkatko kreativitas;dapok/dapek nambah wawasan;ghik/jamo gham beartei nutuk ngelestareiken budayo Lappung. Contoh Kuti/Mettei ghadu/ghadeu ghisok/ghisek ngedengi/dengei lagu/lageu hinji/ijo? MANUK JAGUK Kukughuyuk-kukughuyukGhena bunyiniCukutni wat tekahBinatang api gelaghni? Behenap lain iwaBetudung lain ghajaSapa sai dapok neduhApi gelaghni sina? Mengan sekali Betongni butahun-tahunSapa sai dapok neduhApi gelaghni sina? Lagu di unggak dapok/dapek kuti/mettei nyanyiko suwa/suwo butepuk pungu 1. Cagho ngerangkai kata ngebentuk kalimat teteduhan/teka-teki bahasa Lampung Teteduhan mak mesti disappaiko sambil nyanyi, hinji/ijo salah satu contoh penyampaian teteduhan tagan/tagen lebih nyenangko/ngilingken hati/atei;Kata-kata di lom/lem ngeguwai teteduhan mak dibatasi;Kalimatno mak ditettuko pigha/pigho baris, usahoken kalimatno singkat ghik/jamo jelas;Dapok/dapek kuti/mettei akuk anjak teteduhan bahaso Indonesia laju/lajeu dibahaso Lappungko;Gunako/gunoken kata-kata perumpamaan, gegoh/geggeh perumpamaan tumbuhan atau binatang; 2. Cagho main teteduhan Cara Bermain Teteduhan/Teka-Teki dalam Bahasa Lampung Dapok/dapek berkelompok 1 1 kelompok nyappaiko kalimat teteduhan, 1 kelompok ngejawabni/noDapok/dapek secagho klasikal sai jelma/jimo gawoh/gaweh sai nyappaiko kalimat teteduhan, sai baghihni/no ngejawab jejama/jamo;Dapok/dapek ghua/wou sanak gawoh/gaweh sai nyampaiko kalimat teteduhan ghik/jamo sai lagi/lagei ngejawabni/no. 3. Waktu/Watteu Penyampaian Waktu Penyampaian Teteduhan Debingi/debingei waktu/watteu bulan bagha/bagho;Di lom/lem keluargo waktu/watteu begughau umumni/no bingi/bingei seghadu/ghadeu kuppul jejama/jejamo;Deghani/dawah jama/jamo ghik-ghik/jamo-jamo sai seumoghan ki wat waktu/watteu sai luang. Sumber Referensi Warsiyem, dan Marlia, Hanggum Bubahasa Lampung. Bandarlampung Gunung Pesagi. Pos terkaitTari Sigeh Pengunten/Siger Penguntin/Tari Sembah Khas Adat Budaya Lampung20 Jenis Alat Penangkap Ikan Tradisional di Lampung dan Sumsel yang Sering Dipakai NelayanPengertian, Ciri-Ciri, Fungsi dan Contoh Pantun/Segata/Adi-Adi Dalam Bahasa Lampung Beserta Artinya LengkapPengertian, Ciri, dan Contoh Pantun Canggot/Cangget dalam Bahasa LampungPengertian, Ciri, dan Contoh Dadi Muda-Mudi dan Dadi Tuha-Tuha Karya Hanona Puan SuntanArti, Ciri, dan Contoh Sagata Buhaga Setimbalan/Percintaan Antara Bujang-Gadis dalam Bahasa Lampung Ciri-Ciri Folklor Kedudukan folklor dengan kebudayaan lainnya tentu saja berbeda, karena folklor memiliki karakteristik atau ciri tersendiri. Menurut pendapat Danandjaja 1997 3, ciri-ciri pengenal utama pada folklor bisa dirumuskan sebagai berikut. a. Penyebaran dan pewarisannya biasanya dilakukan secara lisan, yakni disebarkan melalui tutur kata dari mulut ke mulut. b. Folklor bersifat tradisional, yakni disebarkan dalam bentuk relatif tetap atau dalam bentuk standar. c. Folklor ada exis dalam versi-versi bahkan varian-varian yang berbeda. Hal ini diakibatkan oleh cara penyebarannya dari mulut ke mulut lisan, biasanya bukan melalui cetakan atau rekaman, sehingga oleh proses lupa diri manusia atau proses interpolasi interpolation. d. Folklor bersifat anonim, yaitu nama penciptanya sudah tidak diketahui orang lagi. e. Folkor biasanya mempunyai bentuk berumus atau berpola. Dan selalu menggunakan kata-kata klise. f. Folklor mempunyai kegunaan sebagai alat pendidik, pelipur lara, protes sosial, dan proyeksi keinginan terpendam. g. Folklor bersifat pralogis, yaitu mempunyai logika sendiri yang tidak sesuai logika umum. Ciri pengenalan ini terutama berlaku bagi folklor lisan dan sebagian lisan. h. Folklor menjadi milik bersama collective dari kolektif tertentu. Hal ini sudah tentu diakibatkan karena penciptanya yang pertama sudah tidakdiketahui lagi, sehingga setiap anggota kolektif yang bersangkutan merasa memilikinya. i. Folklor pada umumnya bersifar polos dan lugu, sehingga seringkali kelihatannya kasar, terlalu spontan. Hal ini dapat dimengerti apabila mengingat bahwa banyak folklor merupakan proyeksi emosi manusia yang paling jujur manisfestasinya. Teteduhan tebak-tebakan Kalau dilihat dari judul di atas, mungkin para pembaca mengira penulis akan membahas tempat-tempat berteduh yang aman jika hujan deras. Bukan, bukan itu kawan. Teteduhan adalah sebutan teka-teki atau tebak-tebakan dalam bahasa lampung. Tidak hanya teteduhan, di daerah Kedonong teka-teki atau tebak-tebakan dikenal dengan istilah seganing, bahkan ada juga yang menyebutnya sakiman. Memang, sejak zaman dahulu teka-teki atau tebak-tebakan sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia, khususnya para pemuda dan pemudi. Banyak penyebutan atau istilah lain dan di setiap daerah berbeda-beda. Oleh karena itu untuk mengefektifkan tulisan ini, kami menggunakan istilah teteduhan Dalam masyarakat Lampung, teteduhan berfungsi untuk 1. Sebagai saran hiburan 2. Dapat meningkatkan silaturahmi 3. Sebagai sarana komunikasi 4. Dapat meningkatkan kretivitas 5. Menambah wawasan 6. Melestarikan budaya Lampung Cara membuat teteduhan 1. Teteduhan tidak harus disampaikan dengan bernyanyi, bernyanyi merupakan salah satu contoh penyampaian teteduhan yang dapat menyenangkan hati. 2. Kata-katanya tidak dibatasi, yang penting sopan. 3. Kalimatnya juga tidak dibatasi, namun usahan singkat dan jelas. 4. Dapat diambil dari bahasa Indonesia lalu diubah ke bahasa Lampung 5. Gunakan kata-kata perumpamaan Contoh teteduhan Kukughuyuk-kukughuyuk kukuruyuk-kukuruyuk Ghena bunyini begitu bunyinya Cukutni wat tekah kakinya bertanduk Binatang api gelaghni? binatang apa namanya ? Jawabannya Ayam Jantan Behenap lain iwa bersisik bukan ikan Betudung lain ghaja berpayung bukan raja Sapa sai dapok neduh siapa yang bisa menebak Api gelaghni sina? apa namanya itu? Jawabannya Buah Nanas Mengan sekali makan sekali Betongni butahun-tahun kenyangnya bertahun-tahun Sapa sai dapok neduh siapa yang bisa menebak Api gelaghni sina? apa namanaya itu? Jawabnnya Bantal Contoh Teteduhan Singkat 1. Lapahni injing-injing, digok-digok mak cawa. Behulu mak becuping, api gelaghni?Terjemahannya jalannya jinjit-jinjit, geleng-geleng tidak bicara. Berkepala tak bertelinga, apa namanya ? Jawabnya gangsing 2. Ngedok nap lain iwa, wat tudung lain raja ? Terjemahannya bersisik bukan ikan, punya payung bukan raja ? Jawabannya buah nanas 3. Lappeu pandai tambugh ? terjemahannya lampu bisa terbang ? Jawabannya kunang-kunang 4. Ngemik galah, anying mak makko uleu ? punya leher, tapi tidak punya kepala ? Jawabannya Botol 5. Indukno dipusau-pusau, ankno diiyek-iyek ? Terjemahannya Induknya dielus-elus, anaknya diinjak-injak ? Jawabannya Tangga 6. Jinnow now agheng. Munnei-kemunneian jadei andak ? Terjemahannya Tadinya hitam. Lama-kelamaan jadi putih ? Jawabannya Rambut 7. Ulai matei pandai ngudut ? Terjemahannya Ular mati bisa merokok ? Jawabannya Obat Nyamuk Segata/ Adi-Adi/ Pattun Segata/ Adi-Adi/ Pattun merupakan salah satu sastra lisan Lampung yang berbentuk puisi. Istilah pattun dikenal di lingkungan masyarakat Lampung Abung, Menggala Tulang Bawang, Pubian, Sungkai, Way Kanan, dan Melinting. Di lingkungan masyarakat Pesisir dikenal dengan istilah segata dan ada pula yang menggunakan istilah adi-adi. Oleh karena itu untuk mengefektifkan tulisan ini, digunakan istilah segata. Puisi jenis segata di kalangan etnis Lampung lazim digunakan dalam acara-acara muda-mudi yang disebut dengan istilah kedayek/ kedayok atau jagodamagh/ jagadamagh. Di samping itu, di lingkungan masyarakat Lampung Pepadun, segata sering pula digunakan untuk melengkapi acara cangget tarian adat’. Isi segata bermacam-macam. Secara umum, isinya berupa ungkapan perasaan, harapan, atau humor. Fungsi dan Contoh Segata Segata dalam kehidupan masyarakat Lampung memiliki beberapa fungsi sebagai berikut 1. Digunakan sebagai media pengungkapan isi hati kepada seseorang dari si bujang kepada si gadis atau sebaliknya. 2. Dijadikan alat penghibur pada suasana bersantai atau dijadikan alat penghilang kejenuhan. 3. Dijadikan pelengkap acara cangget tarian adat di lingkungan masyarakat Lampung pepadun. Jenis-Jenis Segata Menurut isi segata dapat dikelompokkan dalam beberapa jenis yaitu 1. Segata sanak ngebabang Segata sanak ngebabang yaitu segata yang biasa disampaikan oleh kaum ibu, segata ini dimaksudkan untuk menina bobokan anak. Contoh Dialek A Api sai bundogh-bundogh apa yang bulat-bulat Sai bundogh ina buah peci yang bulat itu buah peci Ngeliyak apak makai motogh melihat bapak memakai motor Si adik naghi-naghi si adik menari-nari Dialek O Nyou sai pukem-pekem Sai pukem ino buah peci Ngenah apak makai helm Si adik naghei-naghei Dialek A Buwak lapis buwak putu kue lapis kue putu Dibeli mak diantakko abang dibeli tak diantarkan abang Mati kak sikop pudak adikku betapa cantik wajah adikku Lamun mak ghisok miwang tak sering menangis Dialek O Juadah lapis juadah puteu Dibelei mak diatakko abang Metei kak sikep pudak adikkeu Lamen mak ghisok miwang 2. Segata Buhaga Segata buhaga adalah segata yang disampaikan oleh mulei meghanai Lampung. Segata ini disampaikan untuk mengungkapkan perasaan mereka. Contoh Dialek A Mati kak dawak mahhanku Unggul mawas disapu ghua kali Dapok kudo kupandai mahhanmu Nyak haga singgah dudi Dialek O Mettei kak dawak nuwokeu Unggal dawah disapeu wou kalei Dapek kudo kupandai nuwomeu Nyak agou singgah di nei 3. Segata Nangguh Sefata nangguh adalah segata yang biasa disampaikan pada saat ada acara tertentu, segata ini dimaksudkan untuk membuka dan menutup suatu acara. Segata ini biasa disampaikan oleh pembawa acara. Contoh Dialek A Muli sikop makai baju Tambah sikop ia bedandan Api kabagh unyin puaghiku Sihat seunyinni sina haghopan Dialek O Mulei sikep makai kawai Tambah sikep io bedandan Nyou kabagh unyen waghei Sihat seunyenno hino haghopan 4. Segata Lelagaan/ Gunjogh/ Begughau Segata Lelagaan/ Gunjogh adalah segata yang disampaikan dengan maksud unuk mengolok-olok atau untuk bersenda gurau. Umumnya segata ini disampaikan oleh mulei meghanai. Contoh Kikim disanik tapai Kemunnian ghasani pahit Niku meghanai wawai Kidang saying mak beduit 5. Segata Nyindegh Segata nyindegh adalah segata yang disampaikan dengan maksud memberi kiasan pada orang lain, atau menyindir tapi dengan cara yang sopan. Segata ini biasanya disampaikan oleh orang tua kepada putra-putrinya yang mau remaja, terkadang juga digunakan oleh muda-mudi. Contoh Belajagh sai temon-temon Tambagh ghajin tambah pandai Najin sikam sanak pekon Adat budaya tetep gham pakai 6. Segata Ijah Tawai Segata ijah tawai adalah segata yang disampaikan dengan maksud untuk memberikan nasehat kepada yang menerima segata. Segata ini biasa disampaikan oleh para orang tua untuk menasihati generasi penerusnya. Contoh Nayah ulun nyanik ketupat Apilagi haga lebaghan Dang lupa ngebayagh zakat Ki bandu ghadu kelamonan Ringget Beberapa orang pandai membacakan sebuah puisi, beberapa yang lain pandai menulis puisi. Sebagai mahasiswa Lampung pernahkah kita membaca atau menulis puisi Lampung? Puisi dalam bahasa Lampung, antara lain paradenei, talibun, pepaccugh, dan ringget. Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai ringget. Ringget adalah salah satu bentuk sastra lisan Lampung dialek Abung yang sering dipergunakan dalam upacara pelepasan mempelai wanita, pengantar musyawarah adat atau pelengkap acara cangget. Ciri-ciri ringget adalah memiliki bait demi bait dan tiap baitnya terdiri dari empat baris, bersajak a-b-c-d, jumlah bait dala satuan ringget ada kurang lebih 12 bait. Isi ringget pada umumnya berupa kenangan masa lalu, harapan atau pesan-pesan yang disampaikan oleh pembaca ringget. Jika ringet digunakan dalam pelepasan mempelai wanita, pengungkapannya dilakukan sesaat sebelum keberangkatan. Contoh Ringget. Tabik nuppang cerito maaf numpang berkata Sikam pun kilu watteu Saya mohon waktu Unyen gham sai tetengan Kepada semua yang hadir Wawai pik wawai harei Kesempatan baik hari ini Panas kebiyan sino Hari ini Nyak diitarken bidang sukeu Saya dilepas oleh semua suku Lajeu bidang kebuaian Beserta semua kebuaian Anak lunjak patcah ajei Dari podium kebesaran adat Ayah umei metei wo Ayah Ibu kalian berdua Lajeu segalo uppeu Beserta kakek dan nenek Munih apak kemaman juga paman Keminan tutuk mehanei Bibi, adik, dan kakak Sakik setenno ajo Sakit sebenarnya ini Lak puas di atei keu Belum puas rasanya Tahhun lak piho limban Belum terlalu lama Di unggak kepikan metei Di atas pangkuan kalian Mulei di libo ghabo Gadis di hilir dan di hulu Meghanai bidang sukeu Pemuka seluruhnya Ki wat nyapang aturan Andaikan ada kesalahan Nyak mahap jamo metei Saya mohon maaf kepada kalian Iduh kapan gham tunggo Entah kpan kita berjumpa Nyak lapah makko watteu Saya pergi tidak terbatas waktu Pepido siwek rasan Kita sama-sama disibukkan pekerjaan Dibingei, tukuk, debel Malam, pagi, dan sore Adik metei wo tugo Adikku semua Beghadeu iling piseu Hentikan kebiasaan berkelahi Cutcun adat aturan Junjung adat aturan Dang guwai kesel atei Jangan membuat hati kesal Katteu maka nyaman diyo Siapa tahu Wat salah kelereu Ada salah atau kekeliruan Jejamo semahapan Mari saling memaafkan Mahhal igo gham warei Mahal arti persaudaraan Layen kado ulun tano Umumnya, orang sekarang Kak nayah sumang lakeu Sudah banyak kelakuannya yang aneh Nyaman adat aturan Tidak mengetahui adat aturan Cepalo makko lagei Pamali/ tabu tidak ada lagi Begheng timbul cerito Ketika mendapat aib Sango miyanak maleu Sekeluarga menanggung malu Nutukken sai mak keruan Mengikuti yang tidak senonoh Direi mak mak beigo lagei Harga diri tidak ada lagi Kak mittar nyak jo tano Sekarang asaya sudah mau berangkat Labuhan rateu kutujeu Labuhan ratu yang kutuju Nedo pai jamo Tuhan Memohon kepada Tuhan Tagen selamat tiogeh nei Agar selamat sampai tujuan Penano pai tuan Sampai sekian dulu, paman Lajeu di miyanak warei Beserta semua sanak saudara Jejamo semahapan Mari saling memaafkan Sikam lapah permisei Sata permisi dulu untuk pergi Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan PDIP Hasto Kristiyanto memberi petunjuk soal partai politik parpol lain yang bakal segera merapat ke barisan pendukung calon presiden capres Ganjar Pranowo. Salah satunya, kata Hasto, berwarna keemasan. Namun, Hasto enggan mengungkapkan nama parpol yang dimaksud.“Kemudian kita lihat Indonesia emas Pak Jokowi, sehingga warna keemasan itu juga nanti diharapkan bisa bekerja sama,” kata Hasto usai pertemuan dengan Partai Perindo di Kantor DPP PDIP, Jumat, 9 Juni teka-teki Hasto soal partai berwarna keemasan itu terjawab oleh Ganjar. Bakal capres 2024 Ganjar mengungkap sinyal adanya parpol lain yang akan segera bergabung mendukungnya di Pemilihan Presiden Pilpres 2024, yakni Partai Hati Nurani Rakyat Hanura.Selain didukung PDIP sebagai pengusung utama, Gubernur Jateng ini telah resmi didukung Partai Persatuan Pembangunan PPP dan Partai Persatuan Indonesia Perindo. Diketahui, Perindo telah menandatangani kerja sama dengan PDIP untuk mendukung Ganjar pada Jumat, 9 Juni 2023. Sementara PPP juga resmi memberikan dukungannya kepada Ganjar pada Ahad, 30 April 2023."Partai Hanura sudah deklarasi, tapi belum datang resmi. Jadi belum resmi mendukung," kata Ganjar saat menghadiri Rakernas Relawan Sahabat Ganjar di Surabaya, Sabtu kemarin, 10 Juni mendukung, belum berkoalisiSebelumnya, Partai Hanura telah menyatakan dukungannya terhadap Ganjar sebagai bakal capres mereka di Pilpres 2024 mendatang. Meski begitu, Partai Hanura menyebut belum memiliki rencana membangun koalisi dengan Ketua Umum Partai Hanura…. 12 Selanjutnya

teka teki dalam bahasa lampung