Sebaliknya ia pasti akan melakukan tindakan yang telah ditentukan oleh Allah. c) Free will / kehendak bebas berarti: semua yang manusia lakukan, ia lakukan sesuai dengan ketetapan Tuhan, tetapi pada saat yang sama, ia tetap melakukan itu karena itu memang adalah kehendaknya / keputusannya. dapat melakukan hal-hal yang menyedihkan hati
Tuhaningin kita memiliki sikap yang sama seperti anak yang hilang yaitu mau menyadari kesalahan dengan jujur, menyesali perbuatan yang salah dengan sungguh-sungguh, menyesali semua tindakan yang menyedihkan hati Tuhan, dan melakukan perubahan sikap dan tindakan yang menyenangkan hati Tuhan. Mengapa manusia perlu bertobat?
KataYunani yang menunjuk kepada kasih terhadap Tuhan, salah satu jenis kasih yang harus kita miliki untuk orang lain, adalah agape. Agape adalah sifat inti Tuhan, karena Tuhan adalah kasih (1 Yoh. 4:7-12, 16b). Kunci utama untuk mengerti agape adalah menyadari bahwa itu dapat dikenal dari tindakan yang mendorongnya.
11.Hindari Perilaku Narsisme yang Selalu Menonjolkan Diri Sendiri 2 2.Gak Usah Kepo, Urus Aja Masalah "MU" Sendiri 3 3.Hindari Rasa Ingin Tahu Berlebihan 4 4.Tak Perlu Ikut Campur Urusan Orang 5 5.Hadapi Pertentangan dengan Hati yang Gembira 6 6.Gak Usah Fokus pada Kesalahan Orang Lain 7 7.Menerima Caci Maki dan Hinaan dengan Hati Terbuka
kepadaTuhan kita dan kesatuan dengan-Nya, perluaslah dan kuatkanlah, dalam hati kami dan keluarga kami, kemenangan cinta kasih dan kemenangan Hati Kudus Yesus. Amin. Litani Hati Kudus Yesus Tuhan kasihanilah kami Tuhan kasihanilah kami Kristus kasihanilah kami Kristus kasihanilah kami Tuhan kasihanilah kami; Kristus dengarkanlah kami
Alkitabmenempatkan iri hati sebagai "perbuatan daging." "Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.
. RHEMA HARI INI Amsal 1316 Orang cerdik bertindak dengan pengetahuan, tetapi orang bebal membeberkan kebodohan. Ketika mengetahui bahwa suaminya telah berselingkuh, hati Yami bergelora oleh amarah. Perasaan di khianati sangatlah menyakitkan bagi Yami. Sebenarnya sudah sejak lama ia tahu suaminya tidak setia, tetapi Yami berusaha untuk tetap tenang, berpikir positif dan percaya pada suaminya. Foto-foto dan pesan mesra yang Yami temukan di ponsel suaminya, akhirnya menjadi bukti yang meruntuhkan pertahanan Yami. Ingatan demi ingatan perbuatan suaminya yang menyakitkan hatinya, yang selama ini ia pendam dalam-dalam, kini menyerbu pikirannya. Membuat hati Yami semakin terbakar dan berpikir bahwa tidak bisa tidak, semua ini haruslah diakhiri. Keputusan untuk berpisah awalnya terlihat sangat sempurna bagi Yami. Ia sudah lelah dengan ketidaksetiaan suaminya. Tetapi seperti ada sesuatu yang menahannya untuk mengkonfrontasi suaminya. Yami pun memutuskan untuk menenangkan diri dahulu dan meminta petunjuk Roh Kudus. Melalui tuntunan-Nya, Yami menemukan sebuah kotbah di YouTube yang begitu mengena di hatinya. Seolah seperti Tuhan sendiri sedang berbicara kepadanya melalui firman yang disampaikan. Yami bersyukur ia tidak terburu-buru bertindak yang pada akhirnya membuat ia menyesal di kemudian hari. Kita manusia memang diberi Tuhan kehendak bebas untuk memilih. Selain sebuah anugerah, kebebasan ini juga bisa membawa kita pada pilihan yang salah. Oleh sebab itu, sebelum memutuskan untuk bertindak, tanyakanlah kepada diri kita sendiri, apakah tindakan yang akan kita lakukan ini menyenangkan hati Tuhan, atau justru mendukakan hati-Nya? Manakah yang kita pilih, kita yang tertawa puas atau senyum di wajah Tuhan? Jika kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, kita pasti lebih memilih Tuhan yang disenangkan meskipun harus ada pengorbanan dan air mata di pihak kita. Sebab ketika hati Tuhan di senangkan dengan perbuatan kita, apa yang kita anggap kerugian dan kesengsaraan, akan Tuhan ubahkan menjadi berkat besar, sukacita dan sorak sorai kemenangan. RENUNGAN Sebelum bertindak, tanyakan kepada diri sendiri apakah TINDAKAN kita MENYENANGKAN atau MENDUKAKAN hati Tuhan. APLIKASI 1. Selama ini apakah Anda bertanya kepada diri Anda sendiri sebelum bertindak? 2. Tindakan mendukakan hati Tuhan apa yang pernah Anda ambil? Bagaimana perasaan Anda sesudah melakukannya? 3. Apa komitmen Anda setelah ini, agar tindakan Anda adalah yang menyenangkan hati Tuhan? DOA UNTUK HARI INI “Tuhan Yesus, terimakasih untuk Roh Kudus-Mu yang senantiasa membimbing, menuntun dan mengajari kami. Biarlah Roh-Mu yang semakin besar dan menguasai hati kami, sehingga apa yang kami perbuat hanyalah untuk menyenangkan hati-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
Dalam kehidupan sehari hari ada beragam ujian dari Allah yang tentunya dimaksudkan untuk menguji keimanan kita dan menjadi jalan masuk jenis surga yang diediakan untuk orang beriman, terkadang kita menjadi tidak ikhlas dan menyalahkan keadaan yang dialami serta menjadi berkurang kadar keimanan yang kita miliki baik itu dalam hal beribadah kepada Allah maupun dalam berbuat baik kepada jarang juga hal tersebut terjadi karena ada seeorang yang berbuat zalim kepada kita sehingga kita menganggap hidup ini tidak adil dan menjadi sebab ciri wanita yang sulit masuk surga, dendam dan berbagai penyakit hati dengan mudah masuk ke dalam jiwa. Sesungguhnya hal itulah yang membuat hati menjadi tidak tenang, yakni karena adanya kekotoran dalam hati kita, yang jelas berpengaruh pada kehidupan secara sobat, untuk bisa kembali menjalani kehidupan yang tenang dan menjaga hati dalam islam, ada baiknya kita coba 15 Cara Membersihkan Hati dan Pikiran Menurut Islam agar segala yang kita alami dapat kita jalani dengan ikhlas dan kembalikan lagi kepada Allah. yuk sobat kita baca baik baik dan terapkan. 1. SabarAllah Ta’ala berfirman tentang mencari ketenangan dalam islam “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar” Qs. Al-Baqarah 153. 2. Mengadu kepada Allah“Hanya kepada-Mulah kami menyembah, dan hanya kepada-Mulah kami meminta pertolongan” QS. Al Fatihah 5. itulah cara membuat hati ikhlas dan tenang. 3. Berprasangka Baik“Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” Qs Al-Insyirah 5-6. 4. Lebih Khusyu’ dalam Shalat“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik yaitu Al Quran yang serupa mutu ayat-ayatnya lagi berulang-ulang , gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” Zumar 23 5. Dzikir“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram” Qs Ar-Ra’du 28. 6. Mengingat Semua akan Mendapat Balasan dari Allah” Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya Dirinya bakal menonton balasannya. serta Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dirinya bakal menonton balasannya pula.” QS. Al Zalzalah 7-8 7. Membaca Al Qur’an“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik yaitu Al-Quran yang serupa mutu ayat-ayatnya lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” Q. S. Az Zumar 23. 8. Bersilaturahmi“Barangsiapa menjamin untukku satu perkara, aku jamin untuknya empat perkara. Hendaklah dia bersilaturahim menjalinkan hubungan baik niscaya keluarganya akan mencintainya, diperluas baginya rezeki, ditambah umurnya dan Allah SWT memasukkan ke dalam surga.”H. R. Ar-Rabii. 9. Selalu dalam Keadaan Suci / BerwudhuAbu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah bertanya kepada Bilal ketika shalat Fajar, “Wahai Bilal, ceritakan kepadaku tentang amalan yang paling engkau amalkan dalam Islam, karena aku sungguh telah mendengar gemerincing sandalmu di tengah-tengahku dalam surga.” Bilal berkata, “Aku tidaklah mengamalkan amalan yang paling kuharapkan di sisiku, hanya aku tidaklah bersuci di waktu malam atau siang, kecuali aku shalat bersama wudhu itu sebagaimana yang telah ditetapkan bagiku.” HR Bukhari.Dari Umar radhiyallahu anhuia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian mengucapkan, “Asyhadu an laa laaha illallaahu wa anna Muhammadan abduhu wa rasuuluhu.” Akan dibukakan untuknya pintu-pintu surga yang delapan, ia dapat masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki.” HR Muslim 234Atau yang tercantum dalam hadis Abu Sa’id radhiyallahu anhu secara marfu’, “Barangsiapa yang berwudhu, lalu ia selesai dari wudhunya, kemudian mengucapkan, “Subhaanakallaahumma wa bihamdika, asyhadu an laa ilaaha illaa anta, wa astaghfiruka wa atuubu ilaika.” Allah akan menutup diatasnya bacaan itu dengan penutup4, kemudian ia diangkat hingga ke bawah Arsy, dan tidak dibuka hingga hari kiamat.” HR Nasa’i dalam Amal Yaul wa Lailah, hal. 147, Hakim 1/752 10. Sedekah“Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” HR. Muslim “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan ganjarannya kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” Qs. Al Hadid 18“Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” HR. Bukhari Muslim 11. Shalat Tahajud“Dan pada sebagian malam hari shalat Tahajjud-lah kamu….” [Al-Israa’/17 79] “Dan sebutlah nama Rabb-mu pada waktu pagi dan petang. Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari.” [Al-Insaan/76 25-26].“Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai shalat.” [Qaaf/50 40]. “Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Rabb-mu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Rabb-mu ketika kamu bangun berdiri, dan bertasbihlah kepada-Nya pada be-berapa saat di malam hari dan waktu terbenam bintang-bintang di waktu fajar.” [Ath-Thuur/52 48-49] 12. Puasa“Sesungguhnya di surga ada pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa di hari kiamat masuk dari pintu itu. Tidak dibolehkan seorang pun memasukinya selain meraka. Lalu dikatakan, Dimana orang-orang yang berpuasa?’ Mereka pun bangkit, tidak ada seorang pun yang masuk kecuali dari mereka. Ketika mereka telah masuk, pintunya ditutup dan tidak seorang pun masuk lagi.” HR. Bukhari, 1763. Muslim, 1947 13. Memaafkan Kesalahan Orang Lain“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas tanggungan Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” Asy-Syura 40 “Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah kejahatan itu dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Dan sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” Fushshilat 34-35Ibnu Katsir rahimahullahu menerangkan “Bila kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat jelek kepadamu maka kebaikan ini akan menggiring orang yang berlaku jahat tadi merapat denganmu, mencintaimu, dan condong kepadamu sehingga dia akhirnya menjadi temanmu yang dekat. Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma mengatakan Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan orang beriman untuk bersabar di kala marah, bermurah hati ketika diremehkan, dan memaafkan di saat diperlakukan jelek. Bila mereka melakukan ini maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaga mereka dari tipu daya setan dan musuh pun tunduk kepadanya sehingga menjadi teman yang dekat’.” Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim 4/109 14. Menyayangi Sesama“Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni mereka maka sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” At-Taghabun 14 “Sayangilah –makhluk– maka kamu akan disayangi Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan berilah ampunan niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampunimu.” Shahih Al-Adab Al-Mufrad no. 293 15. Banyak Mengingat Dosa dan Mengingat KematianTiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [Ali Imran185].Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. [An Nisa’78]. Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari dari padanya. [Qaaf19].Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan. Padahal kamu ketika itu melihat, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu tidak melihat, maka mengapa jika kamu tidak dikuasai oleh Allah. Kamu tidak mengembalikan nyawa itu kepada tempatnya jika kamu adalah orang-orang yang benar. [Al Waqi’ah83-87].Demikian yang dapat penulis sampaikan, semoga kita selalu mendapatkan ketenangan jiwa sebab itulah sesuatu yang paling indah di dunia akherat, yakni menjadi pribadi yang ikhlas dan dekat dengan Allah. Sampai jumpa di artikel berikutnya, terima kasih.
Ya, datanglah kiranya dari Sion keselamatan bagi Israel! Apabila TUHAN memulihkan keadaan umat-Nya, maka Yakub akan bersorak-sorak, Israel akan bersukacita. Mazmur 147 TB Nats hari ini berkaitan dengan moment natal yang akan berlangsung dalam 23 hari ke depan dikarenakan ada tertulis “Ya datanglah kiranya dari Sion keselamatan bagi Israel.” Ya datanglah kiranya dari Sion menjelaskan bahwa Natal adalah waktu dimana Mesias turun ke dunia menyelamatkan umatNya dari perbuatan jahat yang dilakukan oleh orang-orang bebal sebagai wujud pemulihan hati dari perasaan takut dan gelisah. Untuk hari ini dan sampai selamanya, Dia akan terus memulihkan hati dari perasaan takut dan gelisah. Oleh sebab itu, apapun masalah yang kita hadapi saat ini sehingga membuat hidup jadi menderita karena perasaan takut dan gelisah yang begitu berkecamuk dalam hati; melalui artikel hari ini kita diingatkan untuk terus mendekat padaNya sebab Dia akan melakukan berbagai macam cara untuk menanamkan perasaan sukacita sebagai wujud dari pemulihan hati. Tuhan Yesus memberkati dan salam cemungud! Sumber
26 Maret 2017 “… Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta…” Matius 2514-30 Tuhan Yesus mengajar bagaimana hidup yang menyenangkan hati Tuhan dalam mempersiapkan diri menjelang kedatangan-Nya yang kedua kali. “Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.” Mat 2514. Melalui ayat ini Tuhan mengajar apa yang terjadi pada kita pada akhirnya ibarat Tuhan memberi kepercayaan itu kepada kita dan apa yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari dengan kepercayaan tsb. Hamba yang Mau Bekerja Hamba yang dipercayakan 5 talenta dan 2 talenta bekerja keras untuk melipatgandakan apa yang dipercayakan padanya seperti orang yang diberi modal dan mau bekerja untuk menghasilkan keuntungan yang sepadan dengan modal yang dipercayakan kepadanya. Hamba-hamba ini tidak mau berdiam diri tetapi menganggap talenta yang dipercayakan kepadanya merupakan peluang untuk mendatangkan keuntungan buat tuannya. Mereka akhirnya menghasilkan keuntungan 100 persen dari modal awalnya. Hamba yang Tidak Mau Bekerja Hamba yang menerima satu talenta berpendapat bahwa tuannya adalah orang yang jahat dan hanya mau mengambil keuntungan dari hamba-hambanya saja. Dia tidak mau bekerja untuk keuntungan tuannya, hingga akhirnya dia mengembalikan apa yang menjadi milik tuannya, sebanyak 1 talenta. Tidak lebih dan tidak kurang! Seseorang akan bertindak sesuai dengan apa yang dipikirkannya. Orang yang baik akan berpikir baik dan bertindak baik, sementara orang jahat akan berpikir jahat dan akhirnya bertindak jahat. Hamba yang ketiga memutuskan untuk tidak mengusahakan/ melipatgandakan talenta tuannya. Dia pergi dan menyembunyikan talenta itu. Apa yang dilakukan oleh hamba itu sementara mereka menunggu tuannya datang? Dia hanya melihat teman-temannya bekerja keras. Dia juga mungkin dinasehati oleh mereka bahwa dia seharusnya bekerja. Namun dia tetap tidak mau mengusahakan talenta tuannya. Dia tetap sibuk dengan aktivitas sehari-hari yang tidak menghasilkan keuntungan bagi tuannya. Kedatangan Sang Tuan Akhirnya sang tuan itu kembali dari perjalanannya. Yesus ingin menekankan mengenai apa yang dilakukan hamba-hamba yang merupakan gambaran orang percaya pada umumnya, yang telah dipercayakan sejumlah talenta. Pilihan ada pada kita dalam bertanggung jawab pada apa yang Tuhan percayakan pada kita, agar kita bisa melipatgandakan dan menghasilkan sesuatu bagi Dia. Mat 2519 Ketika Tuhan datang untuk kali yang kedua, kita semua harus memberikan pertanggungjawaban atas semua yang telah diberikan kepada kita. Sebagai orang yang dipercayakan untuk melipatgandakan talenta, kita harus mengupayakan kepercayaan itu. Orang yang memiliki 5 dan 2 talenta mereka malahan ditambahkan tanggung jawab dan berkat yang mereka terima pun bertambah, tetapi hamba yang dipercayakan 1 talenta, talentanya diambil dan diberikan kepada yang telah melipatgandakan talenta. Ingatlah bahwa apa pun yang kita lakukan dalam hal kepercayaan yang Tuhan berikan kepada kita, suatu saat Tuhan akan meminta pertanggungjawabannya. Menyelaraskan dengan Kenyataan Hidup Selagi masih hidup di dunia ini, kita akan dihadapkan kepada realita yaitu beragam keadaan yang penuh dengan masalah, konflik, kekacauan, iri hati, dusta, persaingan, kebencian, kemarahan, kecemaran, kejahatan dan lain sebagainya. Semua itu merupakan ujian iman; itu adalah perlombaan yang wajib kita ikuti sebagai orang percaya. Ujian iman tersebut dapat berupa persoalan yang terjadi dari luar dan dari dalam diri kita. Dari luar yaitu masalah dan tantangan yang tidak dapat kita hindari, dan dari dalam diri kita maksudnya sifat kelemahan, kecenderungan dan keinginan-keinginan kedagingan kita untuk melakukan perbuatan dosa. Tetapi sebagai orang percaya reaksi kita tidaklah di intimidasi, tunduk dan dibatasi oleh realita tersebut. Mengapa? Karena firman Tuhan memberikan pengertian yang menimbulkan sukacita disertai keyakinan bahwa segala keadaan yang diijinkan Tuhan bertujuan untuk mendewasakan iman kita; melalui hal tersebut Tuhan mau mengajarkan dan mengukir di dalam loh hati & batin kita tentang kebenaran yang bersifat kekal, menguduskan kita, menjadikan kita sempurna, utuh dan tak kekurangan suatu apapun. Roh kita semakin diperkuat, jiwa kita bersuka dalam Tuhan dan akan dipuaskan, hidup kita menghasilkan buah yang matang di dalam ketekunan. Agar itu semua dapat kita alami, pelajari beberapa hal mendasar berikut ini yang saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. 1. Memiliki rasa haus dan lapar akan kebenaran. Seruan yang pertama dituliskan dalam Yesaya 55 untuk turut serta dalam keselamatan yang dari Tuhan adalah ajakan hanya ditujukan kepada orang yang haus – dalam hal ini haus akan kebenaran. Tuhan Yesus sendiri mengatakan berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Karena hanya orang yang haus akan kebenaran yang akan terus mencari dan menganggap kebenaran itu adalah sesuatu yang sangat berharga sehingga dia akan rela bayar harga untuk menjadi bagian dari kebenaran itu sendiri. 2. Mengenali kelemahan dan kecenderungan di dalam dirinya dan berdiri dalam kekuatan kuasa-Nya. Setelah kita lahir baru, roh kita sudah selamat tetapi jiwa kita sedang diselamatkan karena kita masih hidup di dalam dunia ini. Alkitab mengatakan bahwa barang siapa yang telah mati, dia telah berhenti berbuat dosa. Jadi selama kita masih hidup di dunia ini, maka kecenderungan untuk berbuat dosa kedagingan itu masih ada. Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita; Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita 1 Yohanes 1 8 & 10. Tidak usah takut, menjadi lemah, tawar hati, putus asa dan menyerah dalam kelemahan kita tetapi percayalah akan kekuatan dan kehebatan kasih-Nya yang sanggup memulihkan keadaan kita juga memberikan kita otoritas dan kuasa serta kemampuan melawan kedagingan dan dusta iblis. Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia. Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah, sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu 1 Yohanes 319-20. 3. Pengenalan seseorang akan Pribadi Tuhan Allah, mengenali identitas baru nya di dalam Kristus Yesus, memahami arti dan peran Tuhan bagi kehidupannya. Tuhan Allah, Pencipta langit dan bumi serta segala isinya, Allah Yang Maha Kuasa, dalam hubungannya dengan manusia sebagai Lord God covenant, Bapa yang penuh kasih. Renungkanlah sifat pribadi-Nya berikut ini bagi kita Tuhan menyediakan segala yang kita perlukan – termasuk memberikan kita desires hasrat, keinginan untuk taat melakukan kehendak-Nya Jehovah Jireh; menyembuhkan Jehovah Rapha; panji kemenangan Jehovah Nissi; menguduskan Jehovah Mekoddishkem; sumber damai sejahtera Jehovah Shalom; pemegang kuasa otoritas tertinggi dan semua musuh tunduk kepadaNya Jehovah Sabaoth; Gembala yang baik Jehovah Raah; yang membenarkan kita Jehovah Tsidkenu; maha hadir divine presence dan tidak akan pernah meninggalkan kita Jehovah Shammah. Kita telah diangkat sebagai anak yang dikasihi Bapa karena kita telah dibeli oleh Darah Anak-Nya sendiri yaitu Yesus Kristus, Juruselamat kita dan telah menerima Roh yang menjadikan kita anak Allah dan memiliki hak sebagai ahli waris Kerajaan Surga serta berhak menerima janji-janji Allah. Hidup kita tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Kita tidak lagi hidup diperhamba oleh roh perbudakan, tidak lagi hidup dalam ketakutan, jiwa kita tenang, damai dan dipuaskan di dalam Tuhan. Segala penyakit dan kelemahan kita telah ditanggung dan segala kutuk telah dipatahkan Kristus di atas kayu salib. Dalam kelemahan kita justru kuat kuasa Tuhan turun menaungi dan menjadi sempurna atas kita, kasih karunia-Nya cukup sesuai kebutuhan kita sufficient, tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Dia membimbing dan membawa kita pada seluruh jalan kebenaran, melindungi hati dan kehidupan kita daripada segala tipu muslihat iblis dan dari segala hal yang jahat. Walaupun kita berjalan dalam lembah kekelaman kita tidak perlu takut karena Dia setia selalu beserta kita dan turut merasakan apa yang kita rasakan. Tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Tuhan. Tuhan yang memegang tangan kita, yang menjamin kita dan memberikan kemenangan dan bukan kita yang berusaha sendiri. Seperti Bapa sayang kepada anaknya, Dia mendidik dan mendisiplinkan kita untuk tujuan kebaikan. Jika kita berdosa dan kita mengaku dosa kita maka Ia adalah setia dan adil, akan mengampuni segala dosa dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Tuhan yang memberkati dan mengangkat hidup kita melebihi dari yang kita harapkan. Hidup kita hanya akan diikuti oleh kebaikan dan kemurahan. 4. Memiliki kerendahan hati dan kelemah lembutan. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan Matius 1129-30. Mengapa banyak anak Tuhan yang sudah tahu firman tetapi belum atau tidak mau menjadi pelaku firman? Karena firman tersebut baru sebatas informasi dan pengetahuan pikiran saja. Salah satu yang membatasi firman tersebut menjadi pengetahuan secara hati adalah kecongkakan kita. Yang menahan kita untuk menjadi pelaku firman terkadang adalah kesombongan kita. Ternyata untuk mendapat ketenangan dalam jiwa walaupun berada di dalam lembah kekelaman adalah sifat rendah hati dan lemah lembut. Kuk ini akan terasa ringan bagi orang yang memilih untuk merendahkan hati dan lemah lembut. Salah satu sifat Tuhan yaitu Jehova Jireh – Tuhan menyediakan semua yang kita perlu termasuk juga memberikan kita hati yang baru, yang rela dan berkeinginan untuk taat dalam melakukan kehendak Tuhan. Dengan kata lain dalam hadirat-Nya hati yang keras akan dilembutkan. Lepaskan segala beban, kedagingan dan dosa yang begitu merintangi dan kenakanlah kuk Tuhan yaitu kebenaran. Karena Dia sendiri lah yang akan memampukan kita memikul kuk kebenaran itu, Dia sendirilah yang mengerjakan kebenaran itu di dalam kita menurut kerelaan kehendak-Nya. Keadaan dunia dan manusia di akhir jaman akan semakin buruk, karena dunia sedang lenyap dengan segala keinginannya. Tanpa Roh Kudus kita tidak akan mampu melewati semua apalagi hidup berkemenangan. Berlindunglah dalam kekuatan kuasa Tuhan yang menjamin semua kegenapan janji firman-Nya bagi kita. Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenagan-Nya 2 Korintus 214a, Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia iman kita 1 Yohanes 54. Sebagai bukti iman, kita mau berusaha untuk menang atas setiap pencobaan dan bekerja untuk melipatgandakan apa yang Tuhan percayakan. Hamba yang jahat dan malas dihukum bukan hanya karena tidak menghasilkan apa-apa tetapi alasan dia tidak mau berusaha adalah karena dia tidak beriman. Dan orang yang tidak beriman mendatangkan hukuman atas dirinya. Selamat bekerja melipatgandakan apa yang Tuhan telah percayakan sebagai bukti iman kita. Amin! Other posts in Weekly Message [postlist id=1742]
RHEMA Perian INI Amsal 1316 Makhluk cerdik bertindak dengan siaran, semata-mata individu bebal membeberkan kebebalan. Saat mengerti bahwa suaminya mutakadim berselingkuh, hati Yami bergelora maka itu amarah. Perasaan di khianati sangatlah menyakitkan bagi Yami. Sepatutnya ada sudah lalu sejak lama dia tahu suaminya lain taat, tetapi Yami berusaha kerjakan tetap hening, berpikir positif dan percaya pada suaminya. Foto-foto dan wanti-wanti mesra yang Yami temukan di ponsel suaminya, risikonya menjadi bukti yang meruntuhkan benteng Yami. Ingatan demi ingatan perbuatan suaminya yang menyakitkan hatinya, yang selama ini kamu pendam dalam-n domestik, sekarang menyerbu pikirannya. Membuat hati Yami semakin gosong dan berpikir dalam-dalam bahwa enggak dapat tidak, semua ini haruslah diakhiri. Keputusan untuk berpisah awalnya kelihatan sangat eksemplar untuk Yami. Dia mutakadim lelah dengan ketidaksetiaan suaminya. Sahaja seperti ada sesuatu yang menahannya kerjakan mengkonfrontasi suaminya. Yami sekali lagi memutuskan untuk merukunkan diri dahulu dan meminang visiun Roh Kalis. Melalui tutorial-Nya, Yami menemukan sebuah kotbah di YouTube yang begitu mengena di hatinya. Seolah seperti Tuhan sendiri medium berbicara kepadanya melalui firman yang disampaikan. Yami bersyukur ia tidak terburu-buru bertindak yang sreg akhirnya membuat ia menyesal di lusa. Kita insan memang diberi Tuhan karsa bebas untuk memilih. Selain sebuah anugerah, kebebasan ini juga boleh membawa kita sreg seleksian yang salah. Maka itu sebab itu, sebelum memutuskan untuk bertindak, tanyakanlah kepada diri kita sendiri, apakah tindakan yang akan kita kerjakan ini menyenangkan hati Yang mahakuasa, atau bahkan mendukakan hati-Nya? Manakah yang kita memilah-milah, kita yang tertawa puas atau senyum di wajah Tuhan? Jika kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, kita tentu kian memintal Tuhan yang disenangkan meskipun harus terserah pengorbanan dan air mata di pihak kita. Sebab saat lever Halikuljabbar di senangkan dengan perbuatan kita, apa yang kita anggap kerugian dan siksaan, akan Tuhan ubahkan menjadi berkat besar, sukacita dan sorak sorai kemenangan. RENUNGAN Sebelum bertindak, tanyakan kepada diri seorang apakah TINDAKAN kita Mengademkan atau MENDUKAKAN hati Tuhan. Permintaan 1. Sepanjang ini apakah Ia bertanya kepada diri Ia sendiri sebelum bertindak? 2. Tindakan mendukakan lever Tuhan apa nan pertalian Anda ambil? Bagaimana manah Anda sesudah melakukannya? 3. Barang apa komitmen Anda setelah ini, seyogiannya tindakan Anda adalah nan menyenangkan hati Sang pencipta? DOA Untuk Perian INI “Halikuljabbar Yesus, terimakasih bagi Usia Putih-Mu yang senantiasa membimbing, menuntun dan mengajari kami. Biarlah Sukma-Mu yang semakin besar dan menguasai hati kami, sehingga apa yang kami perbuat hanyalah bakal menyukakan-Mu. Di privat jenama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
tindakan yang menyedihkan hati tuhan