Jikasekiranya sudah tercampur dan larut dengan baik, bisa ditambahkan pupuk untuk menunjang kesuburan tanaman. Penakaran pupuk yang tepat juga menjadi penting ketika rumus ramuan telah didapat. Mencampur pestisida apapun jenisnya tak akan menjadi masalah selama dieksekusi dengan cara dan takaran yang sesuai.
SatuSatunya Pupuk Hayati Yang Mampu & Efektif Dicampur Dengan Pestisida Kimia Kenapa Biotogrow? 1. Mengandung bakteri unggul dan tangguh hasil dari isolasi pembiakan murni 2. Mengandung hormon pertumbuhan alami giberelin, sithokinin, serta auksin. 3. Meningkatkan hasil panen 20% s/d 50%. 4.
KiatAgar Pupuk Organik Cair Dicampur Pupuk Kimia Tidak Menggumpal 8 Prinsip Cara Mencampur Pestisida Yang Tepat Dan Ampuh Sekian yang admin dapat simpulkan terkait jenis pupuk yang tidak boleh dicampur. Terima kasih telah mengunjungi blog Berbagai Jenis Penting 2019. Popular posts from this blog Jenis Obat Perangsang Wanita Yg Dijual Di Apotik
KandunganPada Pupuk Kandang. Setiap jenis hewan tentunya menghasilkan kotoran, di mana kotoran tersebut memiliki kandungan unsur hara tertentu. Zat hara yang terdapat pada pupuk kandang adalah zat hara makro, di antaranya adalah: Nitrogen (N) Fosfor (P) Kalium (K) Kalsium (Ca) Magnesium (Mg) Belerang (S).
Kehalusan(kadar Mesh) juga menentukan cepatnya serapan air kedalam tanah. PEMUPUKAN PADI SAWAH. Secara umum rekomendasi pupuk untuk tanaman padi sebagai berikut, Urea sebesar 200 kg - 250 kg, SP36 100 kg - 150 kg dan KCl 75 kg - 100 kg. Jika menggunakan NPK dosisnya adalah 100-150 kg urea dan 300 kg NPK.
1 Jangan mencampur pestisida yang segolongan, misal jangan mencampur pestisida Dithane dengan Antila atau Victory, karena memiliki bahan aktif yang sama yaitu mankozeb sehingga akan boros biaya. Selain itu efektifitasnya tidak bertambah alias 1+1=1. Selain boros, mencampur pestisida segolongan beresiko terjadinya reaksi.
. – Pupuk hantu merupakan pupuk cair organik yang bahannya setabil dan tepat untuk kebutuhan tanaman. Kualitas yang dihasilkan tentu banyak sekali membantu untuk mendorong tanaman tumbuh dan berbuah lebat. Kandungan hormon pengatur tumbuh memiliki kandungan 17 asam amino dan nutrisi vitamin A, D, E, K kompleks. Namun untuk pembuatanya sekarang dibatasi anda bisa memberikan kandungan yang memiliki unsur seperti di bawah ini. KANDUNGAN Hormon GA3, GA5, GA7, AUKSIN IAA, Kinetin, Zeatin Hara Makro/ Mikro C-Organik, N, P, K, Na, Mg, Cu, Fe, Mn, Zn, Co, Cd, Pb. 17 Asam Amino Asam Aspartat, Asam Glutamat, Serin, Glisin, Histidin, Arginin, Threonin, Alanin, Prolin, Tirosin, Valin, Methionin, Sistin, Isoleusin, Leusin, Phenilalanin, Lisin. Produk pupuk hantu yang ada dipasaran yang saya tahun, memiliki ZPT asam gibberelin, GA-3, GA-5, GA-7, auksin, sitokinin Kinetin, zeatin plus 17 ASAM AMINO, dan NUTRISI lengkap. Pupuk hantu merupakan pupuk cair yang dibuat hampir seperti halnya em4, penyesuaian ini memiliki hak cipta, mungkin saya tidak bisa membagikan untuk caranya yang lebih jelas. Namun ada cara untuk kita buat seperti menembus atau membuat komposisi yang hampir sama. Kita lihat kegunaan yang bisa dilakukan oleh pupuk hantu Daun jadi lebat, keras, padat, lebar, tebal, berisi, dan mengkilap. muncul warna aslinya dan tidak mudah rontok Batang mempercepat perkembangan batang dalam melakukan pembelahan sel, sehingga cepat besar, kokoh, dan berurat. Bunga bunga akan cepat keluar, kuncup di setiap pori pembungaan dan tidak mudah gugur. Buah mempercepat putik bunga jadi buah. Buah jadi lebih padat, besar, dan berisi. Buah semakin lezat dan beraroma. Akar mempercepat pertumbuhan akar baru dan kokoh. Halnya dengan pupuk cair lainnya kandungannya tidak jauh berbeda, pupuk cair pada dasarnya bisa menumbuhkan tanaman misalnya Cara membuat pupuk organik cair untuk padi melimpah Bahan Masukan Pupuk Hidroponik Dan Setandar Komposisi Cara Pemakaian ZPT HANTU dan NPK JAGOTANI 1. Sayur-Mayur misal tomat, terong, gambas, buncis, cabai, bawang, kacang panjang, seledri, dll dosis 2 ml/cc, campur 1 lt air, lalu aduk/ kocok frekuensi tiap 10 hari cara semprot dikabutkan mist spray atau fogging 2. Buah Batang Merambat misal anggur, berry, semangka, melon, mentimun, dll dosis 2 ml/cc, campur 1 lt air, lalu aduk/ kocok frekuensi tiap 10 hari di bulan pertama, tiap 20 hari pada bulan selanjutnya cara semprot dikabutkan mist spray atau fogging 3. Buah Batang Keras misal rambutan, jambu, jeruk, duren, belimbing, mangga, apel, dll dosis 5 ml/cc, campur 1 lt air, lalu aduk/ kocok frekuensi tiap 15 hari di bulan pertama, tiap 20 hari pada bulan selanjutnya cara 1 semprot dikabutkan mist spray atau fogging, 2 lukai batang tanaman hingga kambium lalu kuaskan pupuknya 4. Palawija, Padi, Umbi misal kacang hijau, kedelai, padi, jagung, ubi jalar, singkong, kacang tanah, dll dosis 2 ml/cc, campur 1 lt air, lalu aduk/ kocok frekuensi tiap 10 hari di bulan pertama, tiap 20 hari pada bulan selanjutnya cara semprot pengkabutan untuk padi selama berbunga hingga selesai atau bulir padi merunduk jangan disemprot. kalau setelah selesai berbunga, baru disemprot lagi. 5. Tanaman Hias misal untuk semua jenis tanaman hias dosis 2 ml/cc, campur 1 lt air, lalu aduk/ kocok frekuensi tiap 10 hari cara 1 semprot dikabutkan mist spray atau fogging, 2 lukai batang tanaman hingga kambium lalu kuaskan pupuknya. 6. Perkebunan misal cengkeh, coklat cacao, kopi, teh, dll dosis 4 ml/cc, campur 1 lt air, lalu aduk/ kocok frekuensi tiap 15 hari di bulan pertama, tiap 30 hari pada bulan selanjutnya cara semprot dikabutkan mist spray atau fogging 7. Khusus untuk kelapa dan kelapa sawit dosis 6 ml/cc, campur 1 lt air, lalu aduk/ kocok frekuensi tiap bulan cara 1 semprot dikabutkan mist spray atau fogging, 2kocorkan/ siram pada tanah sekeliling tanaman.
3 Prinsip dalam Mencampur Mix Pestisida yang Tepat – Saat ini hampir semua petani telah mengenal dan menggunakan pestisida. Penggunaan pestisida saat ini merupakan salahsatu faktor penentu keberhasilan budidaya pertanian. Oleh karena itu penggunaan pestisida yang tepat akan meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil. Namun tidak semua petani mengetahui serta memahami bagaimana itu cara kerja pestisida yang efektif. Pestisida berdasarkan formulasinya digolongkan menjadi 2 bentuk yaitu padat dan cair. Untuk formulasi pestisida padat dikelompokkan menjadi 8 jenis, yaitu Granule G, Water Granule WG, Wettable Powder WP, Soluble Powder SP, Soluble Granule SG, Soluble Dust SD, Seed Treatment ST dan Ready Mix Bait RMB. Sedangkan formulasi pestisida cair dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu Emulsible Concentrate EC, Soluble Liquid SL, Water soluble Concentrate WSC, Aquaeous Solution AS, Ultra Low Volume ULV dan Flowable in Water FW. Sedangkan berdasarkan cara kerjanya dibedakan menjadi 2 yaitu pestisida sistemik dan kontak. pestisida sistemik adalah pestisida yang bekerja setelah diserap oleh bagian tanaman, baik itu melalui akar, daun, atau batang. Sedangkan pestisida kontak bekerja di bagian luar tanaman saja dan tidak dapat diserap oleh tanaman. sumber gambar Dalam mencampur pestisida yang tepat, bentuk formulasi dan cara kerja pestisida itulah yang menjadi acuan. Terkadang muncul pertanyaan dari kalangan petani, kenapa harus repot-repot mencampur pestisida sih? Tujuan dari mencampur mixing pestisida adalah pertama, sebagai upaya pengendalian Hama Penyakit Tanaman HPT bisa efektif dan efisien. Efektif disini maksutnya adalah tepat sasaran, sedangkan efisien yaitu hemat biaya tenaga kerja, hemat waktu, sehingga mencegah perkembangbiakan dan penyebaran HPT. Kedua, menghindari resistensi hama penyakit terhadap pestisida bahan aktif tertentu. sumber gambar theborneopost 3 prinsip dalam mencampur pestisida antara lain 1. Jangan mencampur pestisida yang segolongan, misal jangan mencampur pestisida Dithane dengan Antila atau Victory, karena memiliki bahan aktif yang sama yaitu mankozeb sehingga akan boros biaya. Selain itu efektifitasnya tidak bertambah alias 1+1=1. Selain boros, mencampur pestisida segolongan beresiko terjadinya reaksi. Cukup mudah untuk menyimpulkan apakah pestisida yang dicampur saling bereaksi satu sama lain atau tidak, yaitu dengan mengamati dengan seksama apakah pencampuran terjadi secara merata dan tidak, serta apakah menghasilkan endapan atau gumpalan. Jika terjadi endapan atau gumpalan maka sebaiknya kedua pestisida tidak perlu di campur digunakan bergantian saja karena jika dilakukan penyemprotan akan menjadi tidak merata. Berikut tabel rekomendasi pencampuran pestisida berdasarkan golongannya. Keterangan dari tabel di atas Golongan Pyrethroids, bahan aktif Bifenthrin, Cyfluthrin, Cypermethrin, Deltamethrin,Esfenvalerate, tofenprox, Lambda cyhalothrin, Pyrethrins, dan lain-lain. Golongan Carbamat, bahan aktif Aldicarb, Benfuracarb, Carbaryl,Carbofuran, Carbosulfan, Fenobucarb, Methiocarb Methomyl, Oxamyl, Thiodicarb, Triazamate dan lain-lain. Golongan Organophosphat, bahan aktif Acephate, Chlorpyrifos, Dimethoate,Diazinon, Malathion, Methamidophos, Monocrotophos, Parathion-methyl, Profenofos,Terbufos dan lain-lain. Golongan Neonicotinoids, bahan aktif Acetamiprid, Dinotefuran, Imidacloprid, Thiacloprid,Thiamethoxam Golongan Spinosyn, bahan aktif Spinetoram, Spinosad Golongan Pyrazol, bahan aktif Chlorfenapyr Golongan Avermectins, bahan aktif Emamectin benzoate,abamektin, Lepimectin, Milbemectin Golongan Phenylpyrazole, bahan aktif Ethiprole, Fipronil 2. Jangan mencampur pestisida yang cara kerjanya sama, maksutnya mencampur pestisida yang cara kerja nya kontak dengan kontak, atau sistemik dengan sistemik, ini sama saja 1+1 = 1. Yang tepat adalah mencampur pestisida kontak dengan sistemik. Walau pestisida yang digunakan sasaran target sama asalkan cara kerjanya beda. Cara kerja kontak atau sistemik pestisida pada umumnya dicantumkan pada setiap kemasan. 3. Melarutkan pestisida yang paling sulit larut terlebih dahulu. Urutannya adalah mulai dari yang bentuk butiran misal G, WG, bubuk misal WP, SP, SD kemudian larutan misal EC, SL. Baca juga 13 Bahan Aktif Pestisida yang Teruji Efektif Mengatasi Kutu Kebul konten diperbaharui Daftar Pestisida Berbahan Aktif Ganda untuk Pengendalian Hama Penyakit pada Tanaman Cabai konten diperbaharui Setelah tercampur sempurna dalam satu larutan, bisa ditambahkan pupuk daun dan bahan perekat. Hal ini selain efektifitasnya tercapai tentu hemat waktu dan biaya. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba…! Related posts5 Jenis Insektisida Nabati Yang Direkomendasikan Di Amerika SerikatMengenal Insektisida Piretroid, Golongan Insektisida yang Paling Banyak Digunakan Di Seluruh DuniaBerikut Manfaat/Kegunaan Pestisida Yang Banyak Dipakai PetaniMengenal Asal Usul Abamektin Salah Satu Bahan Aktif Andalan PetaniTips dan Cara Mencegah serta Mengatasi Penyakit Trotol Bawang Merah3 Hama Penyakit Utama Pare Ini Sering Sekali Merepotkan Petani
08/03/2023 Pestisida, Pupuk dan Pemupukan Bolehkah Pupuk Hantu Dicampur Pestisida – Pupuk hantu merupakan pupuk hormon tumbuhan yang memiliki bentuk berwarna putih susu yang bisa dilarutkan ke dalam air. Pupuk hantu mengandung ZPT atau Zat Pengatur Tumbuh yang bisa kamu gunakan pada berbagai jenis tanaman palawija, hortikultura, tanaman kebun maupun tanaman industri. Sering sekali terdapat pertanyaan bolehkah pupuk hantu dicampur dengan pestisida ? dikutip dari situs belajartani sebenarnya boleh-boleh saja mencampurkan pestisida dengan pupuk hantu ketika diaplikasikan dengan cara kombinasi. Baca Juga Cara Penggunaan Pupuk MKP dan KNO3 Fungsi Pupuk Hantu Pupuk Hantu memiliki manfaat untuk menyuburkan pertumbuhan tanaman sehingga ketika panen akan menghasilkan produk berkualitas. Jika kamu memakai pupuk Hantu dicampur dengan pestisida maka kamu bisa menggunakannya pada tanaman fase vegetatif dan generatif. Selain itu beberapa keunggulan dari pupuk Hantu adalah sebagai berikut Menggunakan bahan-bahan yang aman. Memberikan hasil panen yang seragam. Memberikan peningkatan aroma serta warna pada buah-buahan. Memberikan anakan yang banyak, keluarnya bulir secara bersamaan, serta persentasi isi yang banyak pada tanaman padi. Kemasan botol yang gampang diaplikasikan. Cara memakai pupuk Hantu Kamu bisa menggunakan metode semprot pada tanaman yang akan diberikan pupuk Hantu. Untuk dosisnya ditentukan oleh jenis tanaman seperti penjelasan berikut ini Tanaman Buah Apel semprot dengan volume tinggi 1 ml/liter. Nanas semprot dengan volume tinggi 1 ml/liter. Jeruk semprot dengan volume tinggi 1 ml/liter. Mangga semprot dengan volume tinggi 2 ml/liter. Tanaman Kebun / Pangan Tembakau semprot dengan volume tinggi 2 ml/liter. Kedelai semprot dengan volume tinggi 1 ml/liter. Kopi semprot dengan volume tinggi 0,5 ml/liter. Padi untuk umur 35 serta 50 HST 1,5 ml/liter. Jagung semprot dengan volume tinggi 1 ml/liter. Tanaman Sayur-sayuran Cabai semprot buah dengan takaran 1 ml/liter. Bawang merah semprot dengan takaran tinggi 1 ml/liter. Baca Juga Manfaat Fungisida Score Untuk Cabe Tanaman Hias Bunga anggrek takaran dosis 1 ml/liter. Bunga mawar rendam 30 menit dengan takaran atau dosis 2 ml/liter. Bunga melati rendam 30 menit dengan takaran atau dosis 2 ml/liter. Demikianlah pembahasan mengenai bolehkah pupuk Hantu dicampur pestisida. Semoga bisa menambah wawasan kamu sebagai petani yang ingin mendapatkan hasil yang maksimal pada tanaman yang akan dipanen. Sekian dan terima kasih. Check Also Agar Malai Padi Serempak Agar Malai Padi Serempak – Obat Stimulus buah padi yang bagus merupakan kunci penting dalam peningkatan …
April 10, 2019 Dasar-Dasar Pertanian Dampak dari bahanya penggunaan pupuk kimia sintesis dan pestisida akhir-akhir ini mengkhawatirkan banyak pihak. Terutama dalam bidang pertanian, petani sulit menolak akan beredarnya pupuk kimia sintesis dan pestisida dengan aneka ragam merek dagangnya. Padahal dari produk pestisida ini bisa membuat lahan pertanian di daerah semakin menurun kualitasnya. Walaupun demikian, kesadaran masyarakat petani masih rendah tentang bahaya penggunaan pestisida dalam jangka waktu lama. Pencemaran air, pencemaran tanah serta pencemaran udara mayoritas diakibatkan dari penggunaan pestisida dan pupuk kimia di aeral pertanian. Pencemaran air memberi dampak nyata bagi lingkungan. Pencemaran air ini bisa berasal dari polutan/limbah cair yang sengaja atau tidak sengaja ikut tercampur di dalam air. Ini bisa terjadi karena membuang limbah ke sungai, penggunaan pupuk kimia cair atau pestisida yang kemudian larut dalam air di sekitar daerah pertanian, dan lain sebagainya. Senyawa-senyawa kimia yang berasal dari polutan, limbah, pestisida, atau pupuk kimiawi itu sangat berbahaya. Karena mayoritas senyawa logam berat dapat membunuh ekosistem di sekitar perairan tersebut. Ikan-ikan kecil, maupun ikan besar, udang-udang kecil, tumbuhan air juga akan terkena dampak negatif/buruk dari pencemaran air tersebut. Jika berada dalam lingkup lahan pertanian, ini bisa membahayakan bagi tumbuhan yang terakumulasi senyawa logam berat tersebut. Senyawa DDT dari pestisida bisa terakumulasi di dalam daun/organ tanaman sayuran. Jika dikonsumsi oleh manusia maka akan menyebabkan terjadinya mutasi gen dan kromosom, sehingga susunan kromosom akan berubah pada saat terjadi pembelahan sel. Ini bisa memicu kanker, dimana kanker sendiri merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia. Selain itu, kelebihan senyawa kimia dari pupuk yang ada di daerah perairan bisa menyebabkan peristiwa eutrofikasi yang mana ini bisa saja membahayakan bagi ekosistem di sekitarnya. Penggunaan pupuk organik jauh lebih bagus untuk pertumbuhan tanaman cabe Dok. Wahid Priyono, Pencemaran tanah juga bisa saja terjadi di daerah-daerah pertanian. Lahan/tanah pertanian yang terpapar senyawa kimia pestisida atau pupuk kimiawi juga bisa menurun daya resapnya terhadap air, kesuburan tanah menurun dari waktu ke waktu, struktur tanahnya menjadi rusak, tanah menjadi kering dan gersang, serta tanaman yang dibibitkan di atas sering kali gagal tumbuh. Oleh sebab itulah, sangat direkomendasikan bagi semua petani di Indonesia untuk terus mengurangi penggunaan pestisida dan pupuk kimiawi sintesis buatan pabrik. Gunakan pupuk organik dari kotoran ternak jauh lebih bagus untuk menjaga agar tanah tetap subur. Sementara itu, pencemaran udara akibat penggunaan pestisida dengan cara disemprot adalah paling umum. Sering disaksikan petani yang meninggal dunia di areal penanaman karena efek toksik pestisida dalam dosis tinggi dan terhirup oleh seseorang sehingga senyawa kimia pestisida tersebut terakumulasi lalu mengendap di organ pernafasan paru. Penggunaan pestisida dengan dosis tinggi serta pemaparan pada saluran nafas bisa menyebabkan orang meninggal mendadak di lokasi pertanian. Petani kadang kurang preventif melindungi dirinya dari paparan pestisida, misalnya tidak memakai masker sebagai penutup hidung dan rongga mulut. Sebegitu banyak sekali dampak negatif pestisida dan pupuk-pupuk kimia buatan pabrik pupuk sintesis yang mampu menurunkan kualitas tanah, serta berdampak negatif bagi manusia, hewan maupun komponen ekosistem di sekitarnya. Jadi, bagi petani silakan dipertimbangkan saat penggunaan pupuk anorganik pupuk kimia dan pestisida saat diaplikasikan di lapangan. Silakan baca juga Konservasi Tanah Pertanian Sebagai Upaya Pencegahan Tanah dari Kerusakan. About The Author Wahid Priyono, Seorang guru Biologi SMA, blogger yang hobi berkebun, menulis, olahraga badminton&lari. Alumni Pendidikan Biologi Universitas Lampung. Prinsip hidup "Menulislah, maka karyamu akan abadi". Silakan kunjungi situs website saya yang lain Seputar Ilmu Pertanian
Petani kita sering sekali mencampur pestisida tanpa mereka ketahui apakah dapat berfungsi dengan baik atau ada efek sampingannya, sehingga sering sekali di temui hasil penyemprotan tidak maksimal bahkan tidak berfungsi sama sekali. Percampuran pestisida memang tidak di larang untuk di lakukan, namun jika tidak mengetahuinya maka hasil yang di dapat nihil dan nol besar. Seperti apa yang di lakukan Casmat petani asal Cilamaya Karawang, yang mencampur herbisida merk Roundup dengan herbisida merk Gramoxon. Seperti yang kita ketahui bahwa Herbisida gramoxon memiliki sifat racun kontak sedangkan Roundup memiliki racun sistemik. Jika kedua herbisida ini di campur maka hasilnya akan dominan menjadi Gramoxon. Karena ketika di aplikasikan kedua merk herbisida ini secara di campur, maka pada selang waktu 5 - 7 jam rumput akan mati terkena bahan aktif gramoxon, sedangkan bahan aktif Roundup baru akan bekerja setelah 2 - 3 hari setelah aplikasi. Jadi Roundup tidak akan bekerja karena rumput sudah mati duluan terkena gramoxon. Hal seperti inilah yang harus di hindari sehingga tidak ada lagi pencampuran pestisida yang salah, sehingga pengendalian OPT tertangani dengan benar. Selain itu menggunakan campuran pestisida yang tidak benar juga akan merugikan petani, karena harus mengeluarkan modal yang besar untuk membeli pestisida. Untuk menghindari hal tersebut sebaiknya kita baca baik-baik mekanisme pencampuran pestisida baik itu jenis insektisida, herbisida maupun fungisida. 1. Hati-hati mencampur pestisida bersifat asam dan basa Pestisida ternyata tidak selalu boleh saling dicampur. Kalau pestisida yang tidak boleh dicampur itu dipaksa dicampur juga, hasilnya tidak sehebat pestisida asli sebelum dicampur. Daya bunuh masing-masing pestisida menurun, malahan bisa hilang sama sekali. Itu karena terjadi “reaksi” antar bahan aktif dari msing-masing pestisida, sampai terbentuk senyawaan baru yang tidak beracun lagi. Sayangnya, tidak ada petunjuk khusus yang menerangkan, apakah dua pestisida bisa dicampur dalam pemakaian atau tidak. Pada tiap kemasan pestisida, paling hanya tercantum tulisan “Pestisida ini boleh dicampur dengan pestisida lain yang tidak bersifat basa”. Petunjuk itu ternyata masih mengandung tanya. Soalnya, pada tiap kemasan pestisida memang tidak pernah tercantum petunjuk, apakah pestisida itu bersifat basa atau tidak. Tapi, kalau hanya untuk mengetahui apakah suatu pestisida bersifat basa atau tidak, caranya tidaklah sulit. Kita bisa mengetesnya dengan pH meter atau kertas lakmus. Sebelum dites, pesisida yang berbentuk bubuk mesti kita larutkan dulu dalam air. Ambil 1 sendok teh bubuk pestisida, larutkan dalam 1 gelas air bersih. Pestisida yang berbentuk cair tidak perlu dilarutkan dalam air. Alat pH meter atau kertas lakmus lalu kita celupkan ke dalam larutan/ cairan pestisida. Dari jarum petunjuk pH meter, kita akan langsung tahu pH dari pestisida. Kalau jarumnya menunjuk angka di bawah 7, misalnya angka 6, 5 dan 4, berarti pestisidanya tidak basa. Sebaliknya kalau jarum itu menunjuk angka di atas 7, misalnya 8, 9 dan 10, pestisida itu bersifat basa. Kalau alat pengetesnya berupa kertas lakmus, untuk mengetahui pH pestisida, kita mesti mencocokkan warna lakmus setelah dicelup dengan “warna kunci” yang menyatakan angka pH. 2. Lihat menurut golongannnya yang tidak boleh dicampur Piretroid dengan piretroid — Hindari Piretroid dengan karbamat — Sedikit dianjurkan Karbamat dengan Karbamat — Hindari Karbamat dengan Organofosfat — Sedikit dianjurkan Karbamat dengan Nikotinoid — Sedikit dianjurkan Karbamat dengan Pirazol — Sedikit dianjurkan Organofosfat dengan organofosfat — Sedikit dianjurkan Nikotinoid dengan nikotinoid — Hindari Pirazol dengan pirazol — Hindari Contoh golongan Piretroid Salah satu anggota generasi pertama adalah Allethrin. Generasi ke dua adalah Resmethrin. Generasi ke tiga adalah Fenvalerate dan Permethrin. Generasi ke empat adalah cypermethrin, fluvalinat dan Deltamethrin dan lain-lain. Contoh golongan Karbamat Aldikarb, Metiokarb, Metomil, Propoxur, dan lain-lain. Contoh golongan Organofosfat TEPP, Malathion, Dimetoat, Dikrotofos, Mitamidofos, Asefat, Metil Parathion, Paration, Fention, Fonofos, Klorpirifos, Fention, Temephos, metidation dan lain-lain. Contoh golongan Nikotinoid Tiakloprid, Tiametoksam Insektisida Triazol.. Contoh golongan Pirazol Fenpiroksimat Akarisida, Fipronil Insektisida Fenil. 3. Sama Sifat Pencampuran pestisida tidak diperbolehkan bila sama-sama insektisida kontak atau sama-sama sistemik, sama-sama fungisida kontak atau sama-sama sistemik. Jika kita mencampur insektisida kontak dan sistemik juga boleh. Apalagi jika kita mencampur antara insektisida dengan fungisida, itu jelas boleh sekali. 4. Air Keruh Butek Hindari air yang keruh sebagai pencampur pestisida Air yang keruh akan mengurangi daya basmi pestisida tersebut. 5. Campur Pupuk Daun Sebahagian besar Pupuk Daun akan melemahkan pestisida terutama yang mengandung kadar Nitrogen tinggi. 6. Dicampur Pupuk kimia dan Organik Pestisida kimia tidak boleh dicampur dalam penggunaannya dengan pupuk organik, karena pupuk biologi itu akan menjadi tidak berfungsi. 7. Hindari penyemprotan pada saat terik dan malam hari. Apabila melakukan penyemprotan pestisida maka dilakukan pada Pukul – pagi atau – sore. Hindari penyemprotan pada saat matahari terik dan malam hari. Karena pada saat matahari terik dan malam hari mulut daun akan tertutup. semoga bermanfaat. terimakasih Tulisan ini di tulis oleh M. Nasikin di salah satu grup pertanian padi di media sosial facebook, tulisan ini kami tulis ulang karena kami anggap sangat bermanfaat, agar petani tidak salah dalam percampuran pestisida. Terimaksih. Sumber Cara Mencampur Pestisida Yang Benar
bolehkah pupuk hantu dicampur pestisida